PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah menciptakan teknologi mobil listrik yang diperkirakan sangat cocok untuk Indonesia, yakni Nissan Note e-Power. Sebab, diketahui bahwa kondisi pasokan listrik belum merata di seluruh daerah yang ada di Indonesia.

Sistem Nissan e-Power diyakini mampu memberikan manfaat dari sebuah kendaraan listrik tanpa khawatir mengenai pengisian ulang daya baterainya. Sistem penggerak e-Power yang inovatif ini menjadi tonggak penting dalam strategi elektrifikasi di bawah arahan visi Nissan Intelligent Mobility (NIM), yang berfokus pada Intelligent Driving.

Teknologi Nissan e-Power menggerakkan roda kendaraannya menggunakan motor listrik yang juga didukung oleh baterai lithium-ion on-board. Walaupun demikian, teknologi Nissan e-POWER tidak membutuhkan charger eksternal. Untuk mengisi daya baterai ketika mobil sedang dikendarai, teknologi ini menggunakan mesin bensi berukuran kecil.

Perlu diketahui, mesin bensin tidak akan menggerakkan roda kendaraan dan hanya akan beroperasi jika dibutuhkan saja. Melalui sistem kerja seperti ini, maka akan dihasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal, sehingga teknologi mobil listrik e-Power besutan Nissan ini tak membutuhkan charger atau pengisian ulang listrik.

Keuntungan dari e-Power sendiri yaitu mobil berakselerasi dengan sangat baik mulai dari 0 km/jam dan bergerak tanpa suara. Seperti mobil-mobil listrik murni, secara instan Anda akan merasakan torsi motor listrik ke roda-roda. Ketika mobil akan melalui tanjakan dan membutuhkan akselerasi ekstra, maka motor listrik menerima tenaga dari baterai dan mesin untuk meningkatkan kinerjanya.

Sistem penggerak e-Power ini sudah ditanamkan pada mobil listrik paling laris dari Nissan, yitu Nissan Leaf yang terjual sebanyak 277.000 unit sejak tahun 2010. Sementara itu, Nissan Note e-Power telah dijual di Jepang mulai November 2016. Sebulan setelah dipasarkan, Nissan kemudian menjual Nissan Note e-Power NISMO dan Nissan Note e-Power NISMO S.