Sebagai fitur utama yang wajib ada di sebuah mobil, lampu merupakan salah satu perangkat untuk menjamin keamanan selama berkendara. Lampu dapat memberikan visibilitas terhadap pengemudi untuk melihat dalam kegelapan, umumnya pada malam hari.

 

Meski bermanfaat untuk pengemudi, dalam pengoperasiannya juga tidak boleh sembarangan, khususnya penggunaan lampu jauh atau high-beam. Lampu tersebut dapat menyebabkan pengemudi di depan kehilangan konsentrasi sehingga terjadi kecelakaan. Mengapa bisa begitu? Lalu kapan dan bagaimana sebaiknya penggunaan lampu jauh dilakukan oleh pengemudi mobil?

  • High-beam Itu Berbahaya

High-beam atau biasa disebut juga sebagai lampu jauh adalah lampu mode terang yang terdapat pada lampu utama. Lampu ini menunjukkan indikator berwarna biru di dashboard ketika aktif. Lampu jauh cenderung memberikan cahaya yang sangat terang dan kadang menyilaukan orang yang berada di depan lampu. Itulah mengapa penggunaan lampu jauh tidak boleh terus dinyalakan.

Pengendara lain yang terpapar lampu jauh akan kesilauan sehingga kemampuan kualitas penglihatannya menurun. Bahkan bagi penderita astigmatisme atau mata silinder, kesilauan akan jauh lebih mengganggu. Akibatnya, kecelakaan sangat mungkin terjadi. Masalah pun semakin membesar mengingat fakta bahwa satu dari tiga orang di dunia pasti memiliki gangguan mata silinder.

  • Ada Waktu Tersendiri

Sebenarnya ada waktu-waktu yang tepat dalam menggunakan high-beam. Yang pertama adalah ketika ingin menyalip kendaraan lain. Kadang pengendara lain kurang waspada atau bahkan tidak mendengar Anda menyalakan klakson. Cukup kedipkan satu atau dua kali lampu jauh agar pengendara lain waspada dengan Anda.

Selain sebagai tanda bagi pengendara lain, ada juga kegunaan lain lampu jauh yakni sebagai penerangan tambahan. Ketika Anda melaju di jalur yang panjang, kosong serta kurang penerangan atau bahkan cenderung gelap, Anda boleh menggunakan lampu jauh agar aman. Bila Anda melihat pengendara lain di depan, sebaiknya segera ubah ke lampu dekat atau low-beam.

Jangan pernah menggunakan lampu jauh di keramaian kota, apalagi di jalanan yang padat dan ramai secara terus-menerus. Pengendara yang terpapar cahaya lampu jauh akan kehilangan konsentrasi sehingga berpotensi besar menyebabkan kecelakaan.

Di Tiongkok sendiri sudah ada peraturan bagi mereka yang menggunakan lampu jauh dan mengganggu pengendara lain. Pengemudi yang melanggar akan ditangkap dan diberi hukuman yaitu sang pengemudi diminta untuk duduk di sebuah kursi selama satu menit dan dihadapkan dengan mobil yang menyalakan lampu jauh. Peraturan ini sudah diterapkan sejak bulan November 2016 lalu sebagai sangsi tegas.

Meski di Indonesia belum ada peraturan tertulis untuk hal tersebut, namu Anda setidaknya disiplin berkendara di jalan. Tidak hanya menghargai pengendarai lain, tetapi juga mencegah kecelakaan yang tentunya bisa merugikan diri Anda sendiri.

Jika Anda mengendarai Nissan Serena, ada fitur signature headlamp yang memberikan kesempatan pengemudi untuk tidak menggunakan lampu jauh terlalu sering. Bahkan secara otomatis lampu akan nyala dan mati sesuai kebutuhan. Dengan begitu Anda tidak perlu lagi repot menyalakan dan mematikan lampu. Fitur ini memang sangat membantu kinerja berkendara Anda.