Berkendara dengan mobil tentu harus mengenal seluk-beluk kendaraan. Hal ini bertujuan agar pengemudi mampu menangani permasalahan mobil dengan baik sehingga berkendara tetap aman dan nyaman. Salah satu hal yang wajib diketahui Nissan Lovers adalah istilah body roll, atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai limbung. Body roll merupakan salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi pada pengendara mobil. Lalu, apa itu body roll? Serta mengapa mobil dapat mengalami hal tersebut?

Apa Itu Body Roll?

Body roll adalah suatu momen saat mobil terasa miring ketika sedang berada di tikungan. Saat mobil mulai berbelok, berat mobil seakan terlempar keluar tikungan sehingga mobil terguling kearah sebaliknya. Bila Anda berbelok ke kiri, maka mobil akan terpental ke kanan, begitu juga sebaliknya.

Kondisi body roll sebenarnya lebih terasa ketika Anda mengendarai mobil dengan bodi tinggi dalam kecepatan berbelok yang cukup tinggi pula. Mobil jenis SUV dan minibus adalah yang paling sering mengalami kejadian ini.

Sebagai perumpamaan, bayangkan bila ada bus bertingkat yang menikung dengan kecepatan tinggi. Dengan mudah bus akan terguling. Bandingkan dengan mobil Formula 1 yang kecepatan beloknya jauh di atas rata-rata mobil normal. Kondisi bodi Formula 1 yang rendah adalah keuntungan tersendiri untuk melawan body roll.

Mengapa Bisa Terjadi Body Roll?

Body roll sebenarnya terjadi akibat gaya yang disebut gaya sentrifugal. Gaya yang sama sebenarnya terjadi pada sistem pengering pada mesin cuci yang mengeringkan baju basah dengan cara memutar. Semakin cepat perputaran mesin, maka semakin banyak air yang terlempar dari baju.

Gaya tersebut terjadi ketika Anda membelokkan mobil dengan kecepatan tinggi. Bobot bodi mobil serta arah pergerakannya ketika menikung menjadi sumber gaya sentrifugal. Semakin besar kecepatan mobil, maka semakin besar pula gaya yang mendorong Anda ke luar tikungan. Pada dasarnya hal tersebut bisa ditopang oleh sistem suspensi mobil yang terdapat pada setiap roda. Namun ketika gaya yang tercipta lebih besar dari kemampuan suspensi menyerap gaya, bukan tidak mungkin mobil akan terguling dan akhirnya celaka.

Umumnya, semakin tinggi bodi mobil yang dikendarai, maka potensi terjadinya body roll juga akan semakin besar. Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi para pengendara yang kurang mengenali kondisi ini.

Untungnya hal ini ditindak lanjuti dengan baik oleh Nissan dengan salah satu tipe mobilnya, Navara. Mobil ini dilengkapi dengan 5-link Coil Spring with Shock Absorber. Desain suspensi ini mampu menyerap gaya sentrifugal dengan baik sehingga mobil dapat terhindar dari body roll.

Namun penyerapan gaya sentrifugal saja kurang cukup untuk memberikan keamanan bagi pengendara. Ada kemungkinan ban mengalami slip sehingga mobil bergerak dan berputar ke segala arah. Hal ini juga sudah diantisipasi dengan baik oleh Navara. Adanya sistem Active Brake Limited Slip (ABLS) pada Navara memberikan kemampuan deteksi dini ketika roda mulai terjadi slip. Secara otomatis, mobil akan melakukan pengereman pada roda dan mengirimkan tambahan kekuaran ke roda.

Terbukti, Navara mampu memberikan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman. Lalu tunggu apa lagi? Segera buktikan dengan mengendarai Nissan Navara untuk keperluan Anda sehari-hari.