Berkendara dengan anak memang butuh perhatian khusus. Salah satunya adalah dengan melarang anak kecil untuk duduk di jok depan. Sayangnya, saat ini masih banyak orang yang melakukan kesalahan tersebut bahkan menjadi kebiasaan. Mereka beranggapan bahwa akan lebih mudah mengawasi anak yang duduk di kursi depan sehingga dapat lebih fokus berada di jalan. Padahal yang terjadi sebaliknya. Menempatkan anak kecil di kursi depan justru berpotensi membahayakan anak bahkan menyebabkan kematian.

 

  • Apa Risiko yang Terjadi?

Mungkin Anda sering melihat peringatan di bagian sunvisor atau tudung sinar matahari yang mengatakan bahwa dilarang menempatkan anak kecil atau seseorang bertubuh mungil di jok depan. Peringatan tersebut sering ditemui pada mobil-mobil yang dilengkapi dengan kantong udara pengaman atau air bag. Bila Anda sudah sadar akan bahaya yang ada pada peringatan tersebut, maka pertahankan. Pasalnya, masih banyak orang yang kurang mengerti tentang risiko menempatkan anak kecil di kursi depan mobil.

  • Sabuk Pengaman Jadi Tidak Aman

Alasan pertama adalah keberadaan sabuk pengaman. Umumnya, sabuk pengaman yang terpasang di bagian depan memang bukan didesain untuk anak kecil. Sabuk pengaman tersebut memiliki tiga titik pengikat. Untuk dapat mengenakannya, sabuk bahu harus melintang melewati bahu namun tidak mengenai leher, sabuk pangkuan juga harus serendah mungkin di atas pinggul dan angkur sabuk tidak boleh lebih rendah dari bahu. Persyaratan tersebut sudah pasti tidak dapat dipenuhi oleh anak kecil.

Sabuk pengaman tersebut dilengkapi dengan fitur emergency locking retractor atau ELR yang akan menghentikan sabuk ketika mengendur tiba-tiba serta pretensioner yang akan mengeratkan sabuk bila terjadi kecelakaan. Ketika fitur-fitur tersebut aktif, maka ini akan berisiko mencederai leher atau kepala anak.

Selain itu, sabuk pengaman hanya dirancang untuk satu orang. Saat ini banyak orang yang memangku anak di jok depan. Bila dia memaksakan diri untuk mengenakan sabuk bersama dengan anak, maka bukan tidak mungkin anak dapat tercekik atau terlilit di leher.

  • Airbag Punya Kekuatan Mematikan

Di bagian jok depan terdapat airbag yang berfungsi untuk menghindarkan penumpang dari benturan dashboard mobil ketika terjadi benturan keras pada mobil. Meski tujuannya adalah mengamankan, airbag memiliki kekuatan yang sanggup menyebabkan kematian atau cedera serius. Harus ada jarak tertentu dari airbag ke posisi pengemudi, setidaknya 250 mm dari airbag.

Ketika anak ditempatkan di jok depan, maka risiko airbag melukai anak akan jauh lebih besar. Bukan tidak mungkin kepala anak tertekuk dan justru menyebabkan kematian pada anak ketika airbag keluar dengan benturan keras.

Itulah alasan yang wajib Anda ketahui mengenai risiko menempatkan anak di jok depan. Sangat disarankan untuk memposisikan anak di bangku tengah atau bangku belakang. Berkendara dengan mobil keluarga, Nissan Grand Livina akan memberi kenyamanan anak ketika duduk di jok belakang. Dengan kabin yang luas, bangku tengah yang dapat dilipat sehingga anak dapat dengan bebas bersantai di kabin tanpa terasa sempit.