Keberadaan teknik mengemudi Eco Driving adalah salah satu perkembangan yang dianggap sebagai pionir berkendara ramah lingkungan. Dalam penerapannya, banyak manfaat yang didapatkan oleh pengemudi, khususnya kendaraan roda empat. Namun sayangnya, tak banyak orang yang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Alasannya, tidak lain karena masih kurang paham dengan istilah tersebut. Apa sebenarnya teknik Eco Driving itu? Lalu apa manfaatnya?

Pengertian Eco Driving

Semakin banyak jumlah kendaraan bermotor tentu berpengaruh terhadap pelestarian lingkungan hidup serta penggunaan bahan bakar fosil. Mengingat di Indonesia semakin banyak kendaraan bermotor, bahkan mencapai 84,6 juta unit per tahun, tentu diperlukan solusi terbaik sebagai upaya mengurangi dampak tersebut. itulah pentingnya penerapan teknik mengemudi yang berorientasi pada efisiensi penggunaan bahan bakar atau dikenal dengan sebutanEco Driving.

Eco Driving merupakan cara mengemudi yang bertujuan untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar secara efisien serta berperan mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya. Selain efisien, penerapan teknik Eco Driving juga berkontribusi terhadap program pelestarian lingkungan dengan mengurangi sumbangan gas CO2 yang selama ini kendaraan bermotor menjadi sumber emisi karbon terbesar nomor 3.

Eco Driving merupakan bagian dari 3 aspek keahlian mengemudi yang wajib dikuasai oleh pengemudi. Dua lainnya antara lain Defensive Driving yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa, waktu dan uang, serta Safety Driving yang mengutamakan teknik mengemudi aman dan selalu berpikir jauh ke depan terhadap segala kemungkinan yang ada.

Menariknya, Eco Driving mengombinasikan teknik mengemudi Safety Driving dengan psikologi Defense Driving. Di situlah akhirnya tercipta teknik mengemudi yang menghemat waktu dan biaya, aman, serta ramah lingkungan.

Persiapan dan Teknik Eco Driving

Dalam menerapkan Eco Driving sebagai teknik mengemudi sehari-hari, ada beberapa persiapan yang harus diikuti. Pertama, Nissan Lovers wajib menggunakan bahan bakar sesuai oktan yang disarankan, umumnya mobil keluaran tahun 2015 ke atas menggunakan oktan 92. Kedua, selalu periksa tekanan angin bank secara visual. Ketiga, hindari muatan yang berlebihan. Lalu yang terakhir, selalu lakukan servis mobil secara berkala.

Berikut ini adalah poin-poin penting dalam menerapkan teknik Eco Driving:

●     Penekanan pedal gas secara perlahan. Start dengan akselerasi tinggi hanya akan menyebaban konsumsi BBM secara berlebihan.

●     Tidak membebani mesin dengan putaran RPM yang berlebih. Batasi pindah gigi di putaran 2000 RPM agar pemakaian bahan bakar tetap optimal.

●     Jaga jarak aman terhadap mobil di depan, 2-3 meter adalah jarak yang dianjurkan.

●     Penekanan pedal gas secara halus saat macet.

●     Jarang melakukan posisi kaki setengah kopling.

●     Pemanfaatan engine break untuk pengereman.

●     Menghindari mesin terlalu lama menyala saat idling. Ada baiknya untuk mematikan saat berhenti lebih dari 10 menit.

●     Temperatur AC dalam posisi ideal, bukan pada suhu maksimal.

●     Menutup jendela saat kecepatan tinggi.

●     Tidak agresif saat mengemudi.

Sangat dianjurkan untuk memilih kendaraan yang menunjang penerapan teknik mengemudi Eco Driving, terutama pada bagian mesin. Nissan Juke didukung dengan mesin HR15DE generasi terbaru dengan teknologi Dual Injector dan Twin VTC (Intake & Exhaust) yang dapat meningkatkan torsi pada low speed dan akselerasi penuh tenaga di putaran tinggi namun tetap hemat bahan bakar.

Fitur tersebut belum termasuk teknologi ICON (Integrated Control System) yang memperbolehkan penggunanya untuk memilih mode berkendara Normal (kombinasi antara performa dan efisiensi), Sport (mengemudi dalam mode sport penuh tenaga), serta Eco (mengedepankan efisiensi bahan bakar). Dengan paduan mesin serta teknologi tersebut, maka Nissan Juke adalah pilihan terbaik untuk Anda yang sadar akan pelestarian lingkungan.