Peristiwa ban meledak kerap terjadi pada beberapa mobil, termasuk jenis mobil Sport Utility Vehicle (SUV) sekalipun. Sebentar lagi Nissan Terra Indonesia akan diluncurkan. Sebelum Anda memboyong mobil tersebut untuk berpacu di jalanan, alangkah baiknya Anda mengetahui beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ban mobil meledak.

Ban meledak saat berkendara sebagian besar terjadi bukan karena kelebihan udara tapi justru karena kekurangan tekanan udara. Saat kempis, ada bagian dinding ban yang mengalami tekanan berlebihan dari bibir pelek yang ditekan ke bawah oleh bobot mobil.

Tekanan itu bisa menimbulkan gesekan dan panas lebih tinggi dari biasanya, kemudian akhirnya bisa menjadi penyebab pecah ban. Lain halnya dengan pecah ban karena kelebihan udara, maka pecahnya pasti langsung terurai.

Oleh karena itu, Anda disarankan lebih baik menggunakan ukuran tekanan udara yang direkomendasi pabrikan. Misalnya, Anda bisa saja menaikan tekanan sampai 10 persen dari rekomendasi jika mobil dipakai jarak jauh dengan beban yang cukup banyak. Tekanan udara pada ban sangat penting untuk keselamatan berkendara, mengingat ban adalah satu-satunya perangkat yang menghubungkan kendaraan dengan jalan.

Kesehatan ban juga bakal berkurang bila terlalu lama digunakan saat kempis. Salah satu dampaknya yaitu benang-benang di dalam ban bisa putus hingga muncul gundukan di permukaan ban.

Selain itu, ukuran ban dan velg tidak sesuai juga bisa jadi penyebab ban meledak. Saat ini banyak pecinta otomotif memodifikasi velg mobilnya agar terlihat lebih baik. Akan tetapi, tak jarang yang mempertahankan ban lama dengan memasukkan ban lain pada velg yang sebenarnya kurang cocok.

Akibatnya beban dinding ban menjadi lebih berat seperti seolah-olah ban ditarik-tarik saat berjalan dan menyebabkan kerusakan pada ban itu sendiri, seperti retak, pecah, benjol, dan lain sebagainya. Maka dari itu, gunakan ban yang sesuai dengan ukuran velg karena risikonya nyawa Anda dan keluarga.

Ban sering menghantam benda di jalanan juga merupakan masalah besar, misalnya batu. Pasalnya, ban memiliki struktur karet, kawat, kain, dan lain-lain. Semakin sering ban menghantam bebatuan, maka sebenarnya semakin rusak struktur ban tersebut. Jika hal ini berlangsung secara terus menerus, maka bisa mengurangi kemampuan dari material ban tersebut.